Kamis, 12 Mei 2016

Berniaga Dengan Kasih Sayang

Dear sahabat Innuri.
Kemarin aku telah membuat sebuah kesalahan , nawar sadis .... hmm .. hmmm .

Ceritanya aku ke Lumajang untuk memberi pelatihan. Lewat pasar pisang di Klakah Lumajang . Pisang yang gede gedeeee membuat aku dan mas Hary sepakat pulang pelatihan mampir.

Semula tidak berencana membeli pisang sebanyak itu, 75 tandan ! Mobil sampai penuh sesak .. hahaha ... Nawar sadis dan dikasih , eeeh ... di akhir cerita masih minta imbuh (lebihan) . Duh kejam nian.

"Itu sudah harga rugi bu", katanya dengan wajah kecut.
"Baiklah , ibu bayar 70 tandan aja ".

Aku rasanya kayak orang sedang balas dendam , terlalu sering pisang di kebun dibeli tengkulak dengan harga sadis. Sekarang balik aku membeli dari tengkulak dengan harga yang bikin nangis.

Pulangnya mas Hary berkhutbah.

"Itu loh dik sudah murah. Dia membeli dari kebun kan keluar uang transport untuk membawanya ke pasar. Dia juga butuh ambil untung juga kan ?".

Aku tercenung.
Mestinya aku tidak usah setega itu dalam menawar. Mestinya aku membeli dengan kasih sayang seperti suamiku. Memikirkan orang lain juga butuh keuntungan untuk menafkahi keluarganya. Bukannya memikirkan keuntungan pribadi thok , harus sama-sama untung dan harus dengan prinsip bismillah ,  kasih sayang .

Malamnya , aku mendoakan pak penjual pisang itu semoga Allah memberinya kebahagiaan dan rezeki yang banyak.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar