Sabtu, 07 Februari 2015

Selfie

 Dear Allah lovers ,
Pernah berfoto selfie ? Aku pernah , kadang  sendirian, atau berdua mas Hary, atau bersama anak-anakku. Kadang foto-foto itu aku upload di media sosial, tapi banyakan disimpan sendiri, sebagai kenang-kenangan pernah melewati masa-masa indah bersama orang-orang yang aku sayangi.

Aku dikejutkan oleh komentar Alni pada suatu sore di depan televisi.

"Ibuk, ternyata selfie itu tidak boleh", katanya.  Akupun duduk di sampingnya, ikutan menyimak acara yang ditontonnya, sambil membatin, ternyata bukan cuma di fb yang ramai membicarakan foto selfie, di dunia nyata juga, dari mulut anakku lagi.

"Yang tidak boleh itu foto selfie yang bikin sombong dan minta dipuji orang lain, kalau selfienya sih gak apa-apa", kataku.

"Oooh , begitu ya buk", katanya dengan mata berbinar, kukira pikirannya sedang menganalisa antara omongan di tivi dan omongan ibunya.

Tanpa berfoto selfiepun , bila kita melakukan sesuatu dengan sombong atau melakukan sesuatu yang bertujuan untuk mendapat pujian orang lain, itu sudah salah dan tidak membawa manfaat. Ya kan ? Tergantung tujuannya kan ?

Beberapa hari setelah pembicaraanku dengan Alni, tak sengaja malam-malam pas ngelonin Alni, kusaksikan pembahasan tentang selfie lagi di televisi, kali ini pembahasannya lebih ke aspek psichologisnya. Baru kutahu ternyata selfie bisa menyebabkan gangguan jiwa. Dan baru kutahu bila ada alat foto selfie  yang namanya  tongkat narsis. Ternyata juga Indonesia termasuk negara terselfie di dunia .... hahahaha.

Katanya nih, orang yang sampai kecanduan selfie (sampai taraf addictive), yang merasa tanpa selfie hidupnya jadi hambar , dan dia melakukan selfie hingga banyak kali dalam sehari, dari bangun tidur hingga tidur lagi , bahkan mungkin pas bermimpi .... hahaha, maka dia sudah berada dalam gangguan psichologis.

Dan kata psicholog di acara itu, orang-orang yang suka selfie sebenarnya orang yang rendah diri,  dia selalu membutuhkan pengakuan dari orang lain tentang keberadaan dirinya yang berupa like dan komentar.  Dan aku setuju dengan pendapat ini, setuju karena aku membuktikan sendiri.

Ini soal aku , orang lain pasti berbeda denganku. Beberapa kali aku melakukan foto selfie dan aku upload juga di media sosial. Seluruh  foto-foto selfie yang aku unggah, aku lakukan saat aku berada dalam tekanan. Ada banyak foto selfie saat stress menunggu ibu di ruang ICU, saat aku benar-benar dalam perasaan gelisah yang sangat.  Ada juga foto selfie yang aku lakukan saat sendirian di bandara, murni iseng karena gelisah dan  kesepian.

Saat aku dalam kondisi normal, malah lebih suka menyimpan foto-fotoku sekeluarga untuk aku nikmati sendiri, beberapa aku simpan di blog khusus biar bisa dibuka anak cucuku nanti kalau aku sudah dipanggil Allah.

Bagaimana dengan kalian ?

Tentu tidak semua orang yang suka mengupload foto dirinya ke media sosial karena menderita gangguan jiwa, ada yang hanya  ingin mengenang tempat-tempat yang pernah dia singgahi, ada yang ingin mempromosikan Indonesia, ada yang ingin mengenang pertemuan dengan sahabat-sahabatnya, ada yang ingin membagikan kegiatan yang dilakukannya, ada yang karena jualan baju dan asesoris, demi pengiritan dia menjadikan dirinya sendiri sebagai  model (aku dan  Zeli banget nih), bahkan ada yang hanya ingin mengatakan pada dunia bahwa dia perempuan .... hehehe, yang terakhir ini aku lagi.

Karena aku memakai nama ayah di belakang namaku, jadi banyak yang mengira aku laki-laki, karena itulah aku memajang foto close up wajahku.  Selain agar teman- teman mengenali, ini Indah teman sekolahnya dulu, karena nama Innuri tidak mereka kenal, itu singkatan dari Indah Nur Qoriah.  Memakai nama singkatan, karena sewaktu membuat fb dulu , nama Indah Nur Qoriah  banyak sekali.

Belum lama aku punya akun instagram yang langsung terhubung dengan teman-teman di fb.  Jujur saja saat bertemu dengan teman yang suka narsis dan tiap hari memajang foto selfie, aku langsung unfollow .... hahaha, maaf (tapi kan kita masih berteman di fb?).  Kenapa aku lakukan? karena saat aku membuka instagram, aku ingin menikmati foto-foto indah yang membuat aku mengingat Allah dan mensyukuri nikmatNya. Aku suka menikmati karya fotografi teman-temanku, itu keindahan yang mendamaikan, keindahan yang membawaku kepada Allah.

Foto kita di media sosial, biarlah itu cuma sebagai tanda pengenal, agar kita dikenali, karena wajah bukan aurat. Bila bisa membagi foto tentang keindahan yang membuat pemirsa mengingat  Allah Yang Maha Indah, itu pasti lebih baik. Kalau berbagi foto makanan dan membagi resepnya, itu aku banget ....hehehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar