Tampilkan postingan dengan label keluargaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluargaku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 November 2010

Alni di Makam mbah Buyutnya

Kadang anak-anak membuat kita terkejut, terpana dan terheran-heran dengan jalan pikirannya yang bagi orang dewasa sungguh tak biasa.

Alni, anakku yang baru berumur empat tahun ikut pergi ke makam mbah buyutnya bersama aku, tantenya dan kakaknya.

Setelah menabur bunga di atas pusara, tantenya bilang," Ayo Alni, berdoa dulu untuk mbah yut". Tantenya mengawali doa dengan ,"Bismillahirrohmanirrochim..........".
Dia langsung menyambung doa tantenya," Semoga mbah yut hidup lagi".
Kontan tantenya tertawa.
"Ya memang mbah yut hidup di sisi Allah ". kataku.
"Ya, itu benar, setelah dikasih bunga, hidup lagi ", celotehnya yang membuat kami tertawa lagi.

Lain lagi ceritanya saat mbah yut yang satunya meninggal dunia.  Dia bertanya," Mbah Yut kemana?"
Kujawab," Mbah yut sama Allah dikasih  rumah yang bagus".
Tak terduga dia bilang," Oooo, rumahnya ibuk sudah jelek ya".  Hahaha.


Selasa, 05 Oktober 2010

Alnifolia

Alnifolia, anakku yang sekarang berumur 4 th. Sudah bisa menyanyi dengan benar.
Dulu, saat dia baru bisa menyanyi terpatah patah, "improvisasi"nya sering membuat kami tertawa.
Contohnya bila menyanyikan lagu Balonku Ada Lima, pas syair,  "Meletus balon hijau, dor!", tiba tiba dia bilang, "Aduh kaget Alni".

Bila menyanyikan lagu naik kereta api, syairnya jadi begini, "... ke Bandung, Surabaya, bolehlah naik dengan percuma, ayo kawanku lekas naik, keretaku tak brenti brenti..."  Haha , keretanya gak boleh berhenti sama dia.

Bila menyanyikan lagu burung kakak tua, maka dia merubah syair '"giginya tinggal dua" menjadi ,"... nenek sudah tua, giginya sudah gigis...".  Padahal tak ada yang mengajarinya syair seperti itu..... pintar dan lucu sekali ya dia.