Jumat, 25 Februari 2011

Bukan Mr Incridible

Peran di alam semesta??
Kita semua mempunyai peran di alam semesta, disadari atau tidak, disengaja atau tidak.  Peran kita bisa membangun atau merusak, tergantung pilihan hidup kita.

Kalau untuk berperan di alam semesta yang kita bayangkan adalah Supermen, Mr Incridible, Power Rangers... atau Barack Obama, atau manusia nyata lain yang jadi sumber berita.  Please deh, itu mah kuno banget ... hehehe. Menggunakan kekuatan fisik atau kekuasaan sebagai sarana untuk berperan di alam semesta itu kan 'jaman batu', jamannya Fisika Klasik, sekarang kan jaman Fisika Quantum.  Dunia sudah berubah, memang mudah untuk menyesuaikan diri dengan peralatan yang serba canggih seperti komputer, hand phone, remote, internet,  sayangnya itu belum cukup, pikiran dan perasaan pun harus disetting dengan benar , agar sesuai dengan jaman quantum dan era digital ini.  Jadilah manusia digital (istilah Ary Ginanjar Agustian).

Kita mulai dari prinsip Quantum dulu, sudah baca buku Quantum Ikhlasnya Erbe Sentanu kan? Ini sekedar mengingatkan beberapa diantaranya, ada prinsip keterkaitan dimana setiap atom,sel, energi quanta saling mempengaruhi satu sama lain dalam jalinan interaksi online yang interaktif setiap saat. Adanya pusat informasi raksasa , pusat data yang merekam setiap perubahan dan pergerakan atom di alam semesta.  Yang ketiga, kita dan alam punya 'antena' yang menerima dan mengirim informasi dari dan ke penjuru jagat raya. Pikiran dan perasaan kita akan mempengaruhi hal lain secara instan dan konstan sepanjang waktu.

Tahukah? Ada hadist yang mengatakan bahwa kalimat tauhid , Laillahaillallah , bila ditimbang, beratnya akan lebih besar dibandingkan dengan alam semesta.
It means,  energi alam semesta ini adalah Laillahaillallah.
Makanya, dalam hadist yang lain disebutkan juga ,bahwa kiamat belum mau turun bila masih ada orang yang berdzikir dengan asmaNya.
Kesimpulannya, orang yang beriman dan beramal shaleh itu adalah orang yang berperan penting dalam kestabilan alam semesta.
Sejauh mana peran mereka, tergantung 'inner power' di setiap individu dan  berbeda-beda sesuai dengan kadar dan ketentuan Allah.  Kita manusia diberi keleluasaan untuk menaik turunkan peran kita di alam semesta dengan tuntunanNya di dalam Al Qur'an dan Hadist.

Kita umat Islam sudah dibiasakan untuk berpikir besar, menjadi rahmat bagi seluruh alam.  Makanya aku ga pernah setengah-setengah dalam mendoakan anak-anakku.  Aku sudah pasrahkan anak-anakku untuk menjadi 'kepanjangan tangan' Allah di muka bumi, merahmati alam dan menjadi pemimpin dunia.  Sejak di perut, ga pernah tuh aku berdoa agar anakku jadi dokter, insinyur, profesor, presiden.Ya karena itu tadi, sudah terbiasa berpikir besar.
Bahkan bila kamu renungkan arti bacaan shalat yang kita lantunkan tiap hari, mulai dari takbir sampai salam, akan terasakan makna dan efek yang luar biasa.  Ada pergerakan waktu dari masa lampau sampai masa mendatang, ada hubungan quantum antara manusia di masa lalu dengan sekarang, ada hubungan kasih sayang antara sesama dan alam.

Seandainya saja semua orang bisa melihat, betapa indahnya 'aliran' doa orang-orang shaleh ke lingkungannya.  Di masyarakat yang beragam, ada si sakit, ada si miskin yang sengsara, ada yang patah hati dan kehilangan harapan, betapa doa orang-orang saleh, yang bersujud dengan air mata yang membasahi bumi di gelap malam pada saat orang-orang terlelap.  Doa tulus mereka mengalir, membasahi hati orang yang berduka, hingga doa satu orang saleh mampu mengalirkan energi untuk puluhan, ratusan, ribuan bahkan jutaan orang di muka bumi ini.

Semoga esok hari kita akan menyaksikan matahari dengan rasa syukur di hati, menyapanya dan mengerti bahwa sang mentari menyambut salam kita.  Semoga saat bibir kita melantunkan dzikir pagi, Subhanallah wabihamdih, subhanallah hal adzim astaghfirullah,  kita akan faham bahwa alam semesta sedang berdzikir bersama.
Jalanilah peran kita dengan ikhlas dan bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar