Jumat, 27 September 2013

Prasangka adalah Doa Yang Tidak Terucap

Kali ini aku mau memberi kuliah kepada diriku sendiri dan kepada kalian semua agar menjadi orang yang benar imannya.

Dikatakan dalam sebuah hadist qudsi bahwa Allah itu seperti persangkaan hambaNya.  Ini adalah kalimat penting, renungkan dan cetak tebal-tebal di hati kita.

Bila demikian, maka kehidupan kita hari ini adalah hasil prasangka kita kemarin, dan kehidupan kita esok hari adalah hasil prasangka kita hari ini. Hmm ... hhmm ....

Jadi bersihkan hati, sucikan hati dari prasangka buruk kepada Allah.



Mungkin kita merasa bahwa kita sudah berprasangka baik kepada Allah, tapi kok kehidupan kita masih saja susah?   Cermati lagi hati kita, masihkan disana ada rasa khawatir, ragu-ragu, atau sering membayangkan hal-hal buruk bakal terjadi ?

Berprasangka buruk kepada Allah itu bisa jadi  tidak secara langsung 'menuduh' Allah , tapi perasaan-perasaan negatif seperti merasa terdhalimi itu juga prasangka buruk, demikian juga  perasaan nelangsa, khawatir, sedih, ragu-ragu, ....

Diantara pekerjaaan syetan adalah membangkitkan prasangka buruk, sedih, khawatir, dan perasaan negatif lainnya.  Jadi cermatilah hati.  Bersihkan hati dari hal-hal negatif dengan mengingat Allah (berdzikir), memohon ampun (beristighfar).

Ritual-ritual ibadah yang kita lakukan, merupakan salah satu sistem untuk membangun prasangka baik kepada Allah, jadi lakukanlah dengan khusyu.  Ibadah shalat 5 waktu yang kita lakukan merupakan sistem yang dasyat dalam membentuk keimanan yang benar, jadi lakukan dengan ikhlas, jangan dengan malas, apalagi karena terpaksa sekedar menggugurkan kewajiban.  Tunaikan shalat di awal waktu, bersegera seperti kita hendak bertemu kekasih.

Janji Allah di dalam kitab suciNya, bahwa Dia mengabulkan setiap doa dan harapan hambaNya.  Tapi kenapa ada yang merasa sudah berdoa tapi tidak kunjung terkabul ?

Cermati lagi hati saat berdoa, apakah masih mengandung rasa khawatir dan ragu ?  Doa musti diucapkan dengan penuh keyakinan dan rasa percaya akan kasih sayang dan kemampuanNya dalam mewujudkan doa-doa kita.

Prasangka adalah doa yang tidak terucapkan, doa yang tersembunyi di sudut hati, yang selalu ketahuan oleh Allah, karena tidak ada yang tersembunyi bagi Allah.

Bila saat ini kita dihadapkan pada kesulitan-kesulitan yang bergunung-gunung, itu adalah sebuah kesempatan yang diberikan Allah kepada kita untuk melatih otot-otot iman kita kepadaNya, agar semakin kuat, semakin yakin dan teguh.  Jadi ambillah kesempatan ini dengan baik.  Bersyukurlah dulu dengan itu semua, berarti kita adalah hamba yang dipilihNya.

Ini adalah kesempatan untuk lebih mengenalNya, mengukirkan asmaNya di hati dan menghadirkanNya sebagai satu-satunya penolong.

Tidak ada Tuhan selain Allah, itu juga berarti tidak ada penolong selain Allah.  Berharaplah kepadaNya dan berprasangka baiklah kepadaNya.  Syukuri setiap hal yang terjadi, apakah sedang diuji dengan anak, suami , istri, kepepet, kebulet hutang, bangkrut, dll dll.


Rasa khawatir dan sedih adalah prasangka, dan prasangka adalah doa yang tersembunyi.  Jangan menyalahkan siapapun bila sedang tertimpa kesulitan, itu adalah hasil karya kita sendiri.

Hidup kita mau dibikin seperti apa, kita sendirilah yang mengatur lewat kekuatan hati dan pikiran kita.  Ucapan dan tindakan hanyalah mengikuti kata hati, demikian juga kejadian-kejadian dalam hidup itu hanyalah mengikuti prasangka kita.


2 komentar: