Minggu, 22 September 2013

Kalah Dengan Rencana Allah

Sungguh sepintar apa kita merencanakan sesuatu, sepandai apa kita memprediksi sesuatu, pasti bisa dikalahkan oleh rencana Allah, walau hanya dalam waktu sedetik.  Dan rencanaNya yang teguh itupun adalah rencanaNya yang penuh kebaikan dan penuh kasih sayang.

Sungguh indah bila mampu mensinkronkan rencana kita dengan rencana Allah, atau mengikhlaskan rencana Allah mewujud dalam kehidupan kita, tanpa protes, tanpa menyesal apapun kejadiannya, karena itulah yang terbaik.

Sabtu , 21 september kemarin, adalah rencanaNya yang indah, dan rencanaNya selalu indah.
Ada acara kumpul-kumpul bersama teman-teman komunitas fb EGAF (Ebiet G Ade Forever) di Surabaya dalam rangka undangan meramaikan acara Festival Tunjungan.  Aku gak punya niatan bergabung di acara ini, banyak urusan yang memaksa aku tetap tinggal di istanaku di Malang.

Pagi, aku buka fb , chatting dengan seorang teman yang memintaku datang.  Alhamdulillah urusanku sudah selesai kemarin, tapi masalahnya tidak ada yang mengantarku ke Surabaya.  Suami tergantengku ke kebun dan pulangnya sore, gak nututi bila berangkat sore.  Akupun cuma berkirim salam buat teman-teman yang datang.

Lap top aku tutup, tapi mendadak aku punya ide, gimana ya seandainya aku ke Surabaya sendiri naik bis ? Akupun minta ijin mas Hary untuk pergi ke Surabaya sendiri, dan beliau mengijinkan.

Akhirnya, sore sampailah aku di terminal Bungurasih, dijemput mas Putut dan mas Eko, diajak berkumpul di rumah mbak Inez.  Disana teman-teman sudah menggelar latihan untuk pentas nanti malam, ramai, kehangatan  menyambutku.  Kami dijamu mbak Inez dengan aneka hidangan yang melimpah ruah dan enaaaak tenan, rujak manis, sayur asem, pepes, kue-kue sak meja, wedang cincau ...... wareg-wareg wes.

Malamnya nyanyi-nyanyi di Festival Tunjungan , lalu berakhir dengan traktiran makan nasi rawon.


dengan teman teman EGAF yang kompak dan penuh kehangatan

Aku merasa hari Sabtu ini adalah hadiah Allah untukku, bisa bertemu dengan teman-teman yang penuh kehangatan dan persaudaraan.  Dan satu lagi bonusnya, aku bertemu mbak Andri selebritis kanker yang pernah aku ceritakan di tulisanku  Menciptakan Pelangi Dari Titik Hujan  , mbak Andri adalah teman fb dari grup Ordinary Moms.  Lah kok ternyata mbak Andri itu tetangganya mbak Inez, wedew .... dunia ini kok sempit sekali.  Dan aku mendapat 'bonus' hubungan bisnis dengan mbak Andri.  Keren kan ?


dengan mbak Andri , mbak Inez, mbak Tin dan seorang tamu di rumah mbak Andri

Malam itu pulang dengan diantar mbak Dyah ke terminal Bungurasih, aku harus pulang  meski sebagian teman-teman menahanku untuk menginap di rumah mereka.  Aku merasa begitu disayangi ketika teman-teman pada pesan ke mbak Dyah, musti ngantar aku sampai duduk di bis plus dititipin ke pak sopir ..... hahaha.

"Aku sampai tidak bisa tidur menunggumu, takut keblabasen tidur", kata mas Hary di terminal Arjosari Malang, tangannya membelai pipiku ........ hmmm .....jam sudah menunjukkan pukul 3 dinihari.

Aku banyak berkaca pada kejadian hari ini, mestinya kita membiarkan saja rencana Allah berlaku.  Apapun kejadiannya, itulah yang terbaik.  Ikhlas dalam skenarioNya.

Hari-hariku di workshop, sering sekali dibuat  jengkel oleh karyawan yang kadang mengerjakan hal yang tidak seperti apa yang aku intruksikan. Apa yang aku rencanakan, sering buyar oleh terbatasnya kemampuan karyawan.  Aku musti lebih ikhlas, memang itulah karyawan yang Allah kirim untukku, aku musti lebih bersabar dan menahan marah, seperti perintahNya.  Dan ikhlas diatur olehNya.

3 komentar: