Senin, 14 November 2011

Nilai Pakaian

Sebagai pemilik dan supplayer butik, tiap hari pekerjaanku berkutat dengan kain, desain dan pakaian.  Menilai pekerjaan karyawan menjadi hal wajib bila aku sedang berada di workshop Cantiq.  Rupanya pekerjaan nilai menilai pakaian ini menjadi kebiasaan bagiku, sudah mendarah daging ...... hehehe.  Jadinya tiap bertemu seseorang otakku secara otomatis menilai caranya berpakaian ...... hati-hati deh bila pakai baju sembarangan di depanku.... xixixi. Tapi aku pernah kualat gara-gara gampang menilai pakaian orang ini.

Suatu hari aku sedang makan sate bersama suami dan anak-anak di warung pinggir jalan.  Satenya sih enak, tapiiii yang menghidangkannya itu lo.... bajunya begitu mengganggu pandangan mata, memakai celana hitam dengan tunik warna pink redup berbunga-bunga, tapi kerudungnya hijau nyala.  Spontan hatiku berkomentar begini, wah .....dari kejauhan yang kelihatan dari dia hanya kerudungnya doang, bukan keseimbangan warna yang manis.

Lalu suatu hari aku kedatangan tamu yang datangnya mendadak, aku segera menyambar kerudung apa saja yang kutemui.  Begitu tamunya pulang, aku baru nyadar kalau kerudung yang kukenakan warnanya gak match sama sekali dengan bajunya..... hahaha.... kena deh!!! kualat sama si penjual sate.

Pernah juga sewaktu aku pameran di Jakarta, tepatnya di JCC, menjelang acara pembukaan, sewaktu sedang ngantri masuk gedung yang masih dibersihkan, aku bertemu seorang ibu produsen batik L.  Penampilan ibu ini begitu ndesani, memakai baju batik yang jahitannya 'kodian' buuanget, sudah modelnya simpel kayak mau ngerumpi ke tetangga, kulihat juga kelimannya tidak disum, tapi dijahit kasar gitu......   Kasihan aku melihatnya, karena bajunya gak nyambung dengan acaranya yang berskala nasional...... Sudah bajunya memelas gitu, menata standnya juga 'kampungan' banget, batik tulis bagus-bagus ditata langsung diatas karpet, gak pakai alas apa-apa, pembelinya disediakan kursi plastik kecil seperti yang dipakai pembantuku nyuci piring di dapur.... persis acara obralan di pasar tradisional di pucuk gunung.....

Tapi tahukah saudara-saudara, ibu pemilik batik L ini ternyata produsen batik yang besar di kotanya.  Penampilannya yang lugu itu ternyata bisa menjadi 'selling point' tersendiri.  Dengan kesederhanaannya pengunjung dibuat yakin bila mereka membeli langsung dari pengrajinnya dan bukan dari pedagang.  Terbukti batik-batiknya laris manis, sementara banyak stand lain mengeluhkan sepinya penjualan.  Pelajaran baru buatku, ternyata bekerja di bidang sandang tidak menuntut pemiliknya tampil modis, karena penampilan tidak ada hubungannya dengan rejeki.

Jangan menilai orang dari penampilannya deh, bisa jadi orang yang rapi, wangi, cantik/ganteng menawan hati adalah penipu!!!!  Coba deh menilai pakaian kita sendiri, pernahkan kita melongok ke dalam hati saat kita mengenakan pakaian?  Karena .......

Pakaian yang kita kenakan bisa bernilai di hadapan Allah atau hanya menutup hal yang membuat kita malu, atau hanya akan menjerumuskan kita pada kehancuran.  Semua tergantung NIAT kita, apakah kita berpakaian untuk menjalankan kewajiban dari Allah dalam menutup aurat, atau kita ingin dipuji manusia dengan pakaian kita (walaupun pakaian yang kita kenakan sudah memenuhi syariat), atau ada niat-niat lain di hati kita selain karena Allah?

Tahukah sahabat, cara kita berpakaian menuntut konsekuensi di masa depan.  Contohnya, seorang miss yang mengatakan siap bila harus mengenakan bikini 2 piece demi ambisinya mengikuti kontes miss universe..... berarti dia juga harus siap dengan panasnya api neraka........  Ya Allah, lindungilah kami kaum muslim ini dan anak keturunan kami dari pakaian yang hanya menyampaikan kami ke nerakaMu yang pedih......

Karenanya, agama Islam yang amat sempurna ini mengajarkan doa berpakaian. Yuuuk, aku ajari yaaaa.

DOA BERPAKAIAN

Bismillahir rahmanir rahim. Allahumma inni as-aluka min khairihi wa khairi ma huwa lahu, wa a’uzubika min syarrihi wa syarri ma huwa lahu.
Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari kebaikan pakaian ini dan dari kebaikan sesuatu yang di pakaian ini, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan pakaian ini dan kejahatan yang ada di pakaian ini.”

DOA MELEPAS PAKAIAN

Bismillahil lazi la ilaha illa huwa.
Artinya: “Dengan nama Allah Yang tiada Tuhan selain Dia.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar