Sabtu, 12 November 2011

TERPURUK

Seorang sahabat bertanya padaku ,"Apa yang membuatmu bangkit dari keterpurukan?  Aku begitu salut padamu.  Sekarang aku mengalaminya ......".
Beberapa bulan sebelumnya dia pernah bercerita padaku, bagaimana dia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membayar hutang yang dibuat oleh suaminya.  Semula hutang itu digunakan untuk usaha, tapi usaha yang dijalankan gagal di tengah jalan, itu yang membuat mereka terlilit hutang.  Sekarang dia ingin belajar padaku bagaimana mengeluarkan diri dari keterpurukan.

Aku memang pernah mengalami sebuah episode kehidupan, dimana saat itu suamiku bangkrut dan menanggung banyak hutang.  Episode itu telah berakhir dengan happy ending.  Tapi sejujurnya saat itu aku tidak merasa terpuruk..... Mungkin inilah salah satu rahasianya, saat kita sedang terpuruk, jangan merasa sedang terpuruk ..... terus, merasa apa dong?

Sadari bahwa segala peristiwa dalam hidup ini merupakan bentuk komunikasi Allah dengan kita.  Fungsi ujian dan cobaan adalah agar kita kembali kepadaNya.  Jadikanlah semua itu tantangan untuk membuktikan betapa Maha Kuasanya Dia. Berterimakasihlah pada ujian dan cobaan karena dengan demikian kita diberi kesempatan untuk lebih mengenalNya dan ditinggikan derajad kita di hadapanNya.

Ikhlaslah dan jangan salahkan siapapun, pasrahkan segala persoalan kepada Allah dan yakin bahwa Dia akan menolong kita.  Keyakinan yang seyakin anda memesan rujak di warung rujak, pasti anda akan mendapat hidangan rujak seperti yang anda mau, dan bukan bakso atau tahu tek tek.  Selama menunggu rujak itu dibuat, anda hanya menyediakan diri untuk sedikit bersabar dan tak usah mencereweti si penjual rujak dengan berbagai keluhan, bisa-bisa penjualnya malah bingung dan mogok membuat rujak untuk anda ........  Seperti itulah keyakinan anda pada Allah, yakin tanpa rasa khawatir.  Rasa khawatir seolah meragukan kemampuan Allah dalam mengabulkan permintaan anda, betul nggak???

Seringkali syetan menggunakan pengalaman hidup dan kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan sebagai alat untuk menghancurkan kita, dengan membuat kita sedih, gelisah, khawatir, marah, merasa diperlakukan tidak adil dll. Inilah tugas syetan, membuat orang sedih lalu hancur.  Sadarilah ini agar tidak larut dalam peristiwa kehidupan, ikhlaslah kepada Allah, sebutlah namaNya, lebih baik dengan asmaul husna, tetaplah berbuat sebanyak mungkin kebaikan.

Penting pula untuk memperbanyak istighfar dan shalawat.  Mengakulah di hadapan Allah akan segala kelemahan diri, akuilah bahwa kita tidak akan sanggup membayar hutang-hutang itu atau menyelesaikan persoalan-persoalan walaupun persoalan yang  mudah.  Hanya Allah yang bisa menyelesaikan persoalan dan hutang-hutang kita, mengakulah dengan penuh kesadaran akan hal ini. Tandanya bila ini berhasil, perasaan akan terasa ringan dan lapang, lalu isilah hati yang lapang itu dengan rasa syukur.

Ciptakanlah sebanyak mungkin kebahagiaan dengan banyak-banyak bersyukur, perasaan syukur dan bahagia ini harus terpelihara sepanjang waktu. Baguskan diri di hadapan Allah dengan memperbaiki ibadah dan ketaatan kita padaNya.  Contohnya, bagi kaum lelaki usahakan shalat berjamaah di masjid/mushala.  Tambahkan amalan sunah seperti shalat dhuha, tahajud dan lainnya.

Seorang temanku pernah mengalami masa-masa yang amat sulit, lalu ada orang yang menasehatinya agar membaca Al Fatihah 114 kali diikuti Al Ikhlas 7 kali setiap sehabis shalat maghrib.  Amalan itu dikerjakannya dengan istiqomah, dan dia mengalami keajaiban yang mengeluarkan dia dari kelamnya persoalan.  Mungkin ini bisa dijadikan masukan buat kita semua.

Pernah aku mendapat ujian persoalan yang berat, ustadz Virien menganjurkanku membaca istighfar minimal 1000 kali dalam sehari dan shalawat sebanyak mungkin.  Dan aku mematuhinya, alhamdulillah masalah itu terselesaikan.

Aku selalu ingat ungkapan 'Ikhlas Itu Tidak Menghitung' . Maksudku jangan bermain dengan logika.  Contohnya begini, bila jumlah hutang kita 100 juta, maka pendapatan lebih yang musti kita peroleh minimal 11 juta bila ingin hutang kita lunas dalam 1 tahun.  Lalu jadi berpikir bahwa itu tidak mungkin, karena ...... dan ...... Hmmm, logika dan hitungan manusia itu menipu.  Pasrah saja pada Allah dan hentikan acara hitung menghitung itu, karena hitungan Allah lebih terpercaya.

Pasrah pada Allah itu ibaratnya, kita 'membungkus' persoalan kita dalam sebuah kotak kedap udara, lalu kotak itu kita berikan pada Allah.  Perasaan kitapun terbebas dari persoalan itu, karena sudah berada di tangan 'ahli'nya.  Bila persoalan kita adalah hutang, maka kita jadi tidak merasakan punya hutang, enak kan? Nikmati saja hidup dan kerjakan peluang-peluang yang Allah berikan dengan gembira dan bersyukur.

Bila semua hal yang aku uraikan diatas bisa anda jalankan,  maka insya Allah, Allah akan menurunkan pertolonganNya yang penuh kejaiban yang membuat kita terpaku dan tak henti-henti memuji dan mengagungkan asmaNya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar