Kamis, 14 Juni 2012

Antara Aku dan Eyang

Akhir-akhir ini aku suka penasaran, bagaimana sih cara Rasulullah dan para sahabatnya bekerja sama sehingga menguasai dunia? Padahal Rasul dilahirkan di negara Arab yang miskin dan tandus, yang saat itu sudah dikepung oleh peradaban yang lebih maju yaitu Romawi dan juga Cina.

Rasa penasaranku itu belum menemukan jawaban yang jelas dan gamblang hingga sekarang. Tapi aku menemukan sebuah hal kecil yang amat luar biasa yang bisa menjelaskan padaku bagaimana semestinya sesama muslim saling bekerja sama.


foto by : Animal story

Hal kecil itu aku temukan dari eyang (ustadz Virien).  Awal aku mulai kerjasama dengannya ketika permintaan untuk produkku meningkat pesat, sedangkan rumah produksiku sudah tak cukup untuk menampung lebih banyak karyawan.  Eyang menawarkan sebuah ruangan di rumahnya di Mantren untuk menjadi rumah produksiku.

Ketika aku menanyakan padanya sistem sewanya, eyang cuma bilang :"Terserah bunda saja, yang penting menguntungkan buat butik".  Akupun membayar 'sewa' yang kuhitung dari prosentase produktifitas karyawan yang ada disana.  Hasilnya memang tidak sama tiap bulannya, tapi ternyata jumlahnya jauh melebihi uang sewa/kontrak pada umumnya.  Aku sendiri tidak merasa rugi , sedangkan bagi eyang itu jumlah yang jauh lebih banyak daripada bila dia menyewakan ke orang lain.  Sebuah 'win-win solution' yang manis, kedua fihak merasa ikhlas dan merasa diuntungkan.

Sekarang produksi di rumah eyang sudah dipindahkan ke rumah yang kukontrak tak jauh dari situ karena perlu ruangan yang lebih luas, tapi aku masih bekerjasama dengannya.

Kerjasamaku dengan eyang kali ini lebih tidak masuk akal lagi.  Aku yang aleman dan tidak suka hidup susah ini rela menempuh perjalanan yang sulit, melelahkan dan manantang adrenalin demi membina para santri di pesantren Gubug.

Jalan yang musti kutempuh untuk sampai ke Gubug penuh bahaya, naik turun di jalan beraspal yang sudah bopeng disana sini. Pernah hampir jatuh dari boncengan sepeda motor (jangan cerita ke suamiku lo ya kalau aku pernah hampir jatuh ..... hmmm....), juga pernah 'keleleran' di pinggir hutan gara-gara ban sepeda motornya bocor.

Menuju Gubug kalau jalannya lagi naik, aku harus bisa menahan tubuhku agar tidak melorot dan 'disambut' batu pecah yang runcing.  Kalau jalannya turun, aku juga harus menahan tubuhku agar tidak 'menjatuhi' To atau Yudi yang ceking, dua orang itulah yang setia mengantarku bila suamiku berhalangan. Melelahkan tapi kuanggap petualangan yang penuh tantangan !!!

Yang jadi pertanyaan, kenapa orang aleman macam aku bisa begitu gagah berani?  Tak lain tak bukan karena kutahu yang dilakukan eyang adalah berjuang di jalanNya, aku hanya sekedar membantunya.

Inilah hebatnya eyang Virien,  ketulusannya dan sikap hidupnya yang tidak materi oriented justru mendatangkan materi dan hal-hal lain yang lebih besar daripada materi.
Darinya aku belajar bagaimana cara membangun kerjasama yang ideal sebagai sesama muslim, diantara point-point yang bisa kupetik dari hubungan kami adalah :

- kami bekerja dan berjuang karena Allah
- fokus pada orang lain (patner kita) dan saling memikirkan satu sama lain. Eyang selalu mikirin bagaimana butikku berkembang dan menguntungkan, sementara akupun memikirkan bagaimana proyek eyang dengan pesantren gubugnya juga maju.
- jauhkan dari tujuan yang bersifat materi dan memperkaya diri sendiri, itu sih sudah ada 'jatah'nya dari Allah.
- jauhkan dari sikap egois dan mementingkan diri sendiri, meletakkan kepentingan patner kita diatas kepentingan kita sendiri ternyata lebih ampuh dalam mendatangkan hal-hal yang ingin kita capai

Cara yang kusebut tadi memang luar biasa mendatangkan lebih banyak hal buat aku dan eyang.  Cara yang cerdas bukan?  Ya memang cara yang Allah tuntunkan di al qur'an adalah cara yang super cerdas dan super kilat dalam mengantar kita pada kesuksesan.

Seandainya saja setiap karyawan memikirkan bagaimana usaha bossnya berkembang tanpa sikap menuntut, lalu sang boss juga memikirkan bagaimana agar karyawannya sejahtera, usahanya dijamin maju pesat !!! Duh, inginnya aku punya usaha seperti itu ....... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar