Jumat, 01 Maret 2013

Bukan Roda Yang Berputar

Aku ngelike page fb seorang motivator terkenal Indonesia.  Suatu hari dia menulis yang intinya begini (aku lupa persisnya, jadi kusarikan saja) : "Mengapa sedih dengan kekurangan , sementara kekurangan itu tidak abadi dan setelah itu akan datang keberlimpahan.  Mengapa terlalu gembira dengan keberlimpahan, sementara keberlimpahan itupun tidak abadi".

Saat aku membaca kalimat bijak itu, aku mengangguk setuju, berarti kita tidak boleh terlalu gembira dan juga tidak boleh terlalu sedih.Bagaimana dengan kalian? setuju juga?

Tapi habis itu ada sedikit rasa yang mengganjal ...... hmmm ...... terus terang, saat berada dalam keberlimpahan, jadi muncul rasa khawatir akan dapat giliran jatuh lagi.

Hidup itu seperti roda yang berputar, kata orang, adakalanya di atas dan adakalanya di bawah. Seandainya nyari roda yang lain saja gimana? .... hehehe.

Hidup memang seperti roda yang berputar, itu bila sudut pandang kita dari materi.  Kadang punya banyak uang kadang nggak, kadang usaha lancar kadang jalan pelan, kadang punya jabatan, kadang lengser, ......

Nah, karena aku gak mau ngajak orang berpikir dari sudut pandang materi, kita musti mundur lagi ke belakang, nanya hati kita yang terdalam, apa sih yang ingin kita capai dalam hidup ini?

Bila sepakat untuk menjadikan al qur'an sebagai pedoman hidup kita, maka apa yang menjadi ukuran pencapaian dalam hidup ini adalah keridhaan Allah.  Bila ini yang kita pegang, maka dunia ini hanya alat untuk menyampaikan kita pada ridhaNya.

Percayalah, bila kita bisa memperlakukan dunia ini hanya sebatas alat mendekatkan diri pada Allah dan menggapai ridhaNya, segala kejadian di dunia ini terasa indah saja .  Sebaliknya, bila dunia ini sudah terasa berat dan membebani kita, ini saatnya mengoreksi diri, berarti waktunya nanya pada hati kita lagi, sudah luruskan niat hidup untukNya?

Bila hidup seperti roda yang berputar, saat berada di atas, kita seperti nunggu giliran untuk berada di bawah, saat berada di bawah, kita sengsara ..... aaah,  hidup kok deg degan terus .....

Hidup itu sebuah perjalanan yang semakin mendekatkan kita pada tujuan, yaitu ridha dan cintaNya.  Ini baru kehidupan yang asyiiik, indah dan menantang.

Seorang muslim, saat hidupnya berada dalam titik rendah, dia memelihara harapan kepada Allah.  Sebaliknya saat hidupnya berada di puncak, dia besyukur. Dengan demikian setiap episode kehidupannya selalu bermakna, selalu menciptakan kemajuan, karena ukurannya adalah ridha Allah.

Malam ini aku ngeblog sambil nonton X Faktor, dari televisi kudengar Yohanna, salah seorang peserta yang lolos12 besar, tuna netra, mengatakan bahwa dia mempersembahkan lagu yang dibawakannya untuk Allah dan orang difabel di seluruh dunia.  Bergetar hati mendengarnya ......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar