Kamis, 11 Agustus 2011

Gara Gara Seragam Panitia Shalat Ied

" Berapa jumlah panitia shalat Ied sekarang?", tanyaku pada pada lelaki tinggi besar itu.  Dia tersenyum.
" Mbak Nur mau buatkan kita seragam lagi ya", katanya, di Ngantang aku memang dipanggil mbak Nur.
" Iya ", jawabku.
" Kalau mbak mau bagus dan murah, ada toko batik kenalanku mbak, tak tunjukin deh ", katanya.  Tahun lalu aku memang membelikan panitia shalat Ied di kampungku seragam hem batik lengan panjang yang kubeli dari pasar Bring Harjo Yogyakarta.

" Nggak kok, aku gak beli, ini kujahit sendiri......maksudku karyawanku sendiri yang jahit, batiknya juga batik tulis produksiku sendiri.  Lebih keren dari tahun kemarin ", kataku, yaah pasti lebih keren, wong ini batik tulis eksklusif yang desainnya dibuat terbatas, masih ditambah ornamen lukisan di bagian dadanya, rancanganku sendiri.  Untuk pejuang di jalan Allah, harus mendapat yang terbaik dan terkeren....   

" Hah??? Mbak Nur produksi batik sendiri??? Sejak kapan itu? ", katanya heran dan takjub.  Istrinya yang ikut menemuiku juga menunjukkan ketakjubannya.

" Sejak kapan mbak Nur bisa mbatik? ", tanya istrinya.  Aku sendiri bingung juga menjawabnya, berapa bulan ya? gak ingat aku, berarti belum setahun, wah... belum lama dong. 

Aku bisa bikin batik tulis karena kasih sayang Allah, lha wong Allah menyediakan untukku guru batik (Halo pak Woto Tuban ! Trimakasih ya!),  karyawan batik di Jabung yang kusewakan rumah disana, sekaligus pelanggan batik yang bisa menampung batikku seberapapun jumlahnya.  Kedengarannya kok enak sekali ya.... dapat satu paket lengkap 'akurat' ...hehehe. gratis lagi, dari Allah.

" Belum lama sih, baru beberapa bulan, mungkin dapat berkah dari panitia shalat ied kemarin, jadi bisa mbatik", kataku akhirnya.  Detik itu baru kusadari bahwa pemberianku berupa seragam batik untuk 15 orang panitia shalat Ied tahun kemarin, telah memberikan berkah yang luar biasa pada bisnisku.  Ikhlas dalam memberi dan mengusahakan yang terbaik untuk membahagiakan pejuang di jalan Allah, mungkin itulah rahasia keajaiban ini.

Rasa syukur, haru dan bahagia berpadu.... Allah, betapa Maha Indah skenarioMu dan betapa Maha Ajaibnya DiriMu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar