Rabu, 03 Agustus 2011

No body perfect

Puasa-puasa gini musti jaga lisan, jaga perbuatan dan jaga hati... sebenarnya gak puasa juga harus begini kan?  Bulan puasa adalah bulan training.... yang diharapkan setelah puasa jadi lebih baik dalam menjaga lisan, perbuatan dan hati.

Tapi bukankah dalam setiap training ada ujiannya? minimal pre test dan post test...hehehe
Kemarin aku gagal ujian... terjebak jengkel sama seseorang, kemudian mengghibahnya dengan suamiku....  Alhamdulillah aku sudah meminta maaf dan beristighfar dan sekarang aku sedang bekerja keras untuk tidak terjebak dalam kejengkelan dan ghibah lagi.

Aku pikir-pikir, kita mesti punya 'mekanisme pemikiran' yang ampuh agar selalu tenang dalam menghadapi berbagai tingkah laku orang yang kadang membuat kita 'kalah perang' melawan hawa nafsu.

Ini nih hasil penemuanku yang cukup ampuh dalam mengatasi kelancangan lisan dan hati :
- menyadari bahwa segala peristiwa terjadi atas ijin Allah
- menyadari sedang diuji
- tanamkan dalam hati, harus lulus ujian
- tiap orang dilahirkan unik, dan tidak ada manusia yang sempurna kecuali Nabi
- kitapun punya kekurangan yang mungkin membuat orang lain jengkel dan marah pada kita
- terima orang lain apa adanya

'No body perfect' itu kata kuncinya agar kita mudah memahami dan menerima orang lain.  Renungkan saja, orang lain punya latar belakang keluarga, pendidikan, lingkungan, takdir yang berbeda dengan kita.  Bila kekurangan mereka membuat kita jengkel dan marah, tak akan membuat segalanya menjadi baik.  Jadi ikhlas saja lah...

Setelah kita bisa terlepas dari jebakan ghibah, jengkel, marah dll,  rasanya hati ini jadi damaaiiii banget, bahagiaaa banget...... Buktikan saja.

Catatan : ada lagi tentang ghibah yang aku tulis di postingku yang berjudul 'Jangan Bayangkan Monyet Tanpa Bulu", agar lebih lengkap alasan kita untuk tidak usah mengghibah orang lain.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar