Minggu, 16 Desember 2012

Mabrur Sebelum Haji (3)

Ada lagi cerita mas Hary soal pertemuannya dengan cak Edy yang membahas tentang haji.  Gini mas Hary bilang :"Sebenarnya yang dihancurkan Nabi Ibrahim itu bukanlah patung".

"Hah? Trus apa dong?", kataku penataran ..... eh penasaran.

"Patung itu adalah simbol, pada hakekatnya yang dihancurkan Nabi Ibrahim adalah hati yang membatu, hati yang mengeras seperti batu", kata mas Hary.  Aku lemes dan menggeh-menggeh saat mendengar kalimat ini, rasanya kena lagi deh aku.

Terlepas dari setuju atau tidak setuju dengan pendapat cak Edy, tapi ini patut direnungkan dengan segenap kerendahan hati.

Mari aku ajak sama-sama 'berkelana' ke sebuah pemahaman yang halus lembut.  Patung yang disembah sering disebut berhala.  Ke arah mana condongnya hati kita, itulah berhala kita, ya kecuali condongnya kepada Allah.

Jadi bisa jadi berhala itu adanya di dalam diri kita, yang musti dihancurkan oleh kita sendiri dan kembali menuhankan Allah. 

Bila cak Edy menyebut bahwa yang dihancurkan itu adalah hati yang membatu, nah .... merasa kena nggak?  Apakah hati kita mudah tersentuh oleh perintah dan larangan Allah di al qur'an? lalu hati kita condong mengikutinya?  Apakah hati kita menolak dengan berbagai alasan untuk membenarkan sikap kita yang salah?
Atau .....

Aku sendiri nih, merasa sering melanggar aturan Allah dalam hal 'jangan berlebihan'.  Berlebihan saat ...... hmmm ..... rahasia ah .....Aku juga suka makan sampai kekenyangan .... bahkan gak bisa tidur kalau perut belum kenyang. Bukan soal mau langsing, aku ingin banget menjadi orang yang tidak berlebihan seperti ayat al qur'an '..... makan dan minumlah tapi jangan berlebihan'.  .

Aku juga belum bisa sepenuhnya menahan amarah, aku juga belum bisa selalu mengucapkan kata-kata santun, aku juga belum ........ wah, kalau 'dibrowsing', banyak sekali 'batu' di hatiku. Bagaimana dengan anda?

Gini aja, yuuuk kerjakan PR kita sama-sama, mari kita cari 'batu-batu' yang musti dihancurkan dari hati kita.

Menurut cak Edy lagi nih, salah satu hal utama yang harus dihancurkan dari hati kita adalah sifat pelit.  Pelit adalah ekspresi mencintai dunia. Kurasa pelit bisa luas artinya, bisa pelit harta, pelit ilmu, pelit maaf, pelit senyum, pelit kasih sayang, pelit perhatian  .........

Jangan pernah merasa memiliki harta, harta hanya titipan kata orang, harta adalah amanah Allah, harta adalah alat kita untuk mengabdi pada Allah.  Jangan suka menghitung hitung harta yang kita punya.  Sebarkan kebaikan dengan harta kita tanpa menghitungnya, bukankah Allah memberikan rejeki kepada kita tanpa hisab/ tanpa itung itungan untung rugi.

Kalau dianalogikan berdasarkan surat al anfal ayat 41 (buka sendiri ya), bagian harta  yang kita serahkan di jalan Allah adalah 20%...... Kita sudah mencapai ini belum ya? Kita sudah tidak pelit apa belum ya? ......



Tidak ada komentar:

Posting Komentar