Selasa, 20 Agustus 2013

Jangan Menunggu Pertolongan Allah

Seorang pembacaku bilang ; mbak Indah, doakan aku , aku sedang terjerat hutang yang banyak, sementara  pertolongan Allah belum datang.

Aku jawab ; jangan merasa pertolongan Allah belum datang, karena sebenarnya pertolongan Allah sudah datang, tapi kita belum melihatnya.  Karena terfokus pada masalah, yang kelihatan cuma masalah, sedangkan pertolongan Allah jadi tidak terlihat.  

Katanya ; ya mbak, semoga aku sabar menunggu datangnya pertolongan Allah.

Kataku ; nah itu dia salahnya, jangan menunggu pertolongan Allah, ntar yang kejadian malah menunggu terus, karena sebenarnya pertolongan Allah itu SUDAH datang, cuma mbak belum melihatnya.   Coba lebih bersyukur, fokus pada nikmat Allah yang banyaknya tak terkira dan tidak bisa dihitung ini.  Kita bisa hidup hingga detik ini saja itu adalah pertolongan Allah.  Bila mbak banyak bersyukur, nanti akan terlihat betapa pertolongan Allah itu sudah tersedia.

Sahabatku,
Rasa syukur itu akan menguak tirai pandang kita, yang samar menjadi nyata dan yang tidak terlihat menjadi terlihat.  Marilah kita belajar, apa sejatinya pertolongan Allah itu ?

Sejak kita kecil, kita sudah dibiasakan dengan berpikir materi. Kalau nangis, didiamkan dengan dibelikan permen, kue atau uang, dan saat hari raya kita dipuji-puji karena mendapatkan uang saku yang banyak, dan bila kita menanyakan kemana bapak pergi, dijawab bahwa bapak bekerja mencari uang, dan masih banyak lagi hal yang bersifat materi yang telah terekam di pikiran kita sejak kita kecil.

Pola pikir materi ini semakin terpupuk oleh pengaruh lingkungan, itu berlangsung hingga kita dewasa. Hingga saat kita terjepit masalahpun, yang terpikir oleh kita adalah solusi yang berupa materi / uang.

Mungkin ada yang bilang ; kalau masalah kita berupa hutang, solusinya adalah uang untuk melunasi, jadi pertolongan Allah itu ya saat Allah  memberi rejeki berupa uang.

Tapi persoalannya, di hadapan Allah masalah kita bukan soal uang atau hutang !!! Masalah kita adalah kita suka lalai dari mengingatNya, kita sombong dengan apa-apa yang kita punya (padahal itu sih cuma dipinjami sama Allah), kita juga suka ngaku-ngaku kalau semua yang kita miliki adalah hasil usaha kita , kita juga suka membanggakan diri dan pamer dengan segala keberhasilan yang kita raih.

Mungkin menurut Allah, yang paling mendesak untuk ditolong itu adalah 'kecelakaan' keyakinan kita akan materi,  jadi musti disadarkan dengan sedikit bangkrut , terjerat hutang, ditipu orang dan sebagainya.

Jadi dalam keadaan berhutangpun, itu merupakan pertolongan Allah.  Dan saat kita menyadari bahwa kita perlu mendekat kepadaNya, banyak memohon ampun dan membangun ikatan kita dengan Allah, perlahan melepas ikatan kita dengan materi, saat inilah kita sudah mengambil pertolonganNya dengan menolong diri sendiri.  Hingga kita bisa menemukan perasaan ridha dan ikhlas.

Jadi sahabat, jangan menunggu pertolongan Allah lagi, tapi ambillah pertolonganNya, karena pertolongan Allah itu SUDAH tersedia.  Buka tirai pandang kalian dengan banyak-banyak bersyukur.

Salam sayang dariku, jangan sungkan untuk curhat, InsyaAllah aku akan membalasnya.  Kalau balasanku telat , itu artinya aku sedang sibuk, sedang bepergian, atau sedang mikir ..... hehehe.


5 komentar:

  1. Kalo mau curhat via emaiil bs ya mbak? Alamatnya apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi aku jarang buka email. mending ngeadd fb aku aja , bisa diklik di kolom sebelah kanan. emailku innuri.sulamono@gmail.com

      Hapus
  2. Subhanallah ...terimakasih pencerahannya

    BalasHapus