Sabtu, 03 November 2012

Menjalin Keakraban Dengan Allah (2)

Aku punya sahabat, dia pernah bercerita padaku tentang betapa dekatnya dia dengan sang ayah, baginya ayah adalah tempat bercerita, bermanja, tempat dia bisa mempercayakan apapun rahasia hatinya. 

Ketika ayahnya meninggal, bila ada sesuatu yang membebani pikirannya, dia berkunjung ke makam sang ayah, disana dia bercerita pada ayahnya seperti ketika ayahnya masih hidup.  Dia bisa merasakan bahwa ayahnya mendengar dan mendukungnya, itu membuat perasaannya ringan dan bersemangat lagi menjalani hidup.

Sekarang Indah pingin nanya : siapa tempat curhat kalian? ayahkah? ibukah? suami?  sahabat?  Siapapun itu, tidak ada larangan curhat dengan sesama makhluk, kenyataannya memang kita diciptakan sebagai makhluk sosial kok. Yang gak boleh itu meletakkan harapan kita pada makhluk, atau berpikir bahwa masalah yang dihadapi bisa selesai dengan curhat pada makhluk. Ini bisa menjadi energi potensial untuk kecewa .....

Berharapnya kepada Allah saja, bulat dan utuh ...... soal curhatnya kepada siapa, biar Allah yang membimbing  kemana kaki melangkah dan kemana luapan perasaan tersampaikan. 

Yang perlu kita tambahkan dalam 'daftar' tempat curhat kita adalah Allah dan musti diletakkkan di urutan teratas. Bicaralah pada Allah dengan akrab.  Karena hubungan kita dengan Allah lebih dekat bila dibandingkan dengan hubungan ayah-anak, maka bicara denganNya bisa lebih akrab lagi.

Tentu saja kita perlu mengenalNya agar akrabnya bener.  Fahami sifat-sifat Allah.  Segala yang kita perlukan ada pada sifat-sifatNya, serumit apapun persoalan kita, hanya dalam pelukanNya kita lari, Allah pasti menyambut kita dengan kasih sayangNya.

Di tengah-tengah kesibukanku bekerja, aku sering meluangkan waktu sekedar 5 menit untuk sendirian, hanya berdua dengan Allah.  Dalam 5-10 menit itu aku duduk di atas sajadah, aku bilang: Ya Allah , aku ingin bertemu denganMu, Tuhan yang menciptakan aku. 

Dalam dudukku aku mengagungkanNya, merindukanNya, hati dipenuhi rasa membutuhkanNya dan begitu tergantung padaNya.  Bila ingin bercerita pada Allah , aku ya bercerita saja, bila ingin mengungkapkan harapan ya dikatakan saja, bila ingin berdoa ya berdoa saja .....Segala kata mengalir dalam suasana yang penuh pengharapan akan kasih dan perlindunganNya. 

Ini adalah detik-detik aku merasa dilihat Allah, begitu dekat, bagaimana cara Dia melihat? Dengan segenap kasih sayangNya yang membuat tergetar seluruh sel-sel tubuh, merasa diliputi keagungan dan perlindunganNya, lalu secara otomatis kepala akan tertunduk (bahasa jawanya ndingkluk amarikelu)  karena getaran rasa yang begitu dalam.  Dalam keadaan seperti ini air mata berjatuhan karena haru yang luar biasa.

Merasa bertemu dan seakan-akan melihat Allah, itu perasaan yang indah banget. Mulailah dengan sering-sering curhat dengan Allah.

Selepas curhat 5 menit dengan Allah, kita akan merasa selalu diliputi olehNya, selalu didampingiNya dalam segala hal, pikiran menjadi  tenang dan tertata.  Kita juga lebih mudah 'berkonsultasi' dengannya dalam menghadapi persoalan kehidupan, bahkan hingga persoalan yang sekecil-kecilnya seperti mau pakai baju apa ?

Sebagaimana seorang sahabat yang bisa merasakan bahwa almarhum ayahnya mendengar dan mendukungnya dan memberinya semangat dalam menjalani hidup.  Bayangkan bila yang mendengarkan kita adalah Yang Maha Mendengar, bayangkan seberapa besar dukungan dan semangat yang Dia berikan?

Bila begini, perlukah kita curhat ke manusia? Perlu, karena Allah sendiri menyuruh kita nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran, buka al qur'an surat Al Asr.  Tapi dalam curhat kita ke manusia, hati kita dipenuhi pengharapan pada Allah saja. 

Aku lebih suka Allah yang memilihkan untukku siapa yang pantas aku curhati, caranya aku bicara sama Allah begini : ya Allah, tunjukkkan padaku kepada siapa aku hendak menceritakan masalahku ini? Aku memerlukan bimbinganMu ya Allah.  Biasanya Allah menjawabnya lewat kecenderungan hati, jadi muncul pemikiran seperti ini : rasanya lebih nyaman menceritakan masalah ini ke eyang,  kadang cukup ke suami, kadang ke sahabat ..... siapapun orangnya, setelah melewati prosedur ini, pasti memberikan jawaban yang memuaskan dan tepat sasaran.

 Allah adalah Yang Maha Memberi Petunjuk, maka mohonlah petunjuk kepadaNya.  Allah adalah Maha Pelindung, maka mohonlah perlindungan padaNya dari apa yang kita takutkan dan kita khawatirkan.  Allah adalah Maha Mencukupi, maka mohon padaNya agar tercukupi segala kebutuhan lahir dan batin ............. ada 99 asmaNya, silahkan diteruskan sendiri .....
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar